TERAPI QURAN TANGERANG

Al Qur’an adalah mu’jizat terbesar dalam sejarah manusia yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dari semua mu’jizat yang Allah berikan kepada para Nabi maka Al Qur’an adalah mu’jizat yang paling agung dari semua mu’jizat tersebut.
Al Quran sebagai mu’jizat diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya,
jadi beruntunglah kita selaku ummat akhir zaman mendapat warisan mu’jizat terbesar sepanjang masa yang Allah katakan bahwa Al Qur’an itu mempunyai fungsi sebagai Huda (petunjuk hidup), Syifa (penyembuh) dan Rahmat.
Quran Surat Al-Isra (17) ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi syifaà dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
3 SYARAT MENJADIKAN AL-QURAN SEBAGAI SYIFA (PENYEMBUH):
1. YAKIN & DINIATKAN sbg OBAT
Al Qur’an hanya bisa menjadi obat ketika kita yakin dan meniatkan bacaan qur’an kita untuk menyembuhkan, memohon izinNya kepada ALLaah, berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah pasti mengabulkan doa kita.
2. TIDAK ADA PENGHALANG
Dalam banyak kasus Qur’an yang dibacakan tidak bisa menyembuhkan karena adanya penghalang ditubuh kita yaitu Dosa yg belum di-istighfari mulai dari baligh hingga sekarang,Emosi Negatif (Marah, Kecewa, Sedih, Takut, Resah) & Penyakit hati (Ujub, Sombong, Egois, Hasad, Dendam, Ghibah, Riya, Senang dipuji) yang masih dimiliki.
Pastikan kita sudah istighfari satu persatu dosa-dosa kita dan disesali agar tidak ada lagi belenggu yang menghalangi.
3. TERPENUHI DOSISNYA
Lakukan sesering & sebanyak mungkin dan jangan pernah bosan untuk terus melakukannya hingga ALLaah swt memberikan kesembuhan kepada kita.
YAKIN BAHWA ALLAAH SWT MENYEMBUHKAN
Kesembuhan yang diminta kepada ALLaah swt sudah ada di sisiNya semenjak diminta.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Robb kalian berfirman: "Berdoalah kepada- Ku, niscaya akan Aku kabulkan untuk kalian" [QS Al-Ghafir (40): 60]
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ.
Dari Abu Hurairah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)
BENTUK PENGABULAN DOA
1. Disegerakan penyerahannya di dunia, sebagai ujian kebaikan
2. Disimpan dan diserahkan di akhirat, sebagai pemberian besar tidak terhingga
3. Sebagai pencegah balà/takdir keburukan, setara dengan bobot permintaannya
ٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد ١٠٧٠٩).
Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya salah satu dari tiga kemungkinan;
1. disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
2. disimpan sebagai pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
3. atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”.
Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan)” (HR. Ahmad 10709).
YAKIN DAN SABAR DALAM IHSAN BERBALAS NILAI TAK TERBATAS
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. [QS. Az-Zumar(39):10]
Jika Ternyata Dirasakan Masih Bermasalah (Belum Sembuh), Berarti....
1. Mengikuti kaidah pengabulan doa
2. Terhalangi oleh kezaliman/dosanya
DOSA Penyebab Terhalangnya Rizqi/Kebaikan
Dari Tsauban dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda Sesungguhnya seseorang akan ditahan rizkinya karena dosa yang dia lakukan." (HR. Ahmad: 21379, Ibnu Majah: 4012)
“Seorang tertahan dari rizkinya karena kesalahan yang telah ia lakukan." (HR. Ibnu Majah: 87)
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [QS Ar-Rum (30): 41]
INTI TERAPI:
Perubahan diri menuju kebaikan
yang di ridhai ALLaah swt
PRAKTEK
1. Sebelum membacakan ayat-ayat Al- Quran atau doa-doa kesembuhan:
· Perbanyak mohon ampunan kepadaALLaah swt dengan mengakui dosa kesalahan tersebut di hadapanNya atas segala KEZALIMAN.
· Lakukanlah kewajiban-kewajiban terkait dengan upaya menghilangkan kezaliman sebagaimana di atas.
2. Menghentikan perbuatan/amalan yang keliru dan memusnahkan segala barang yang tidak diridhai/tidak disukai ALLaah swt, yang malaikatNya juga tidak menyukai itu. Dan jika ALLaah swt dan para malaikatNya tidak menyukai semua itu maka sebaliknya itu adalah segala hal yang disukai syaitan.
Barang tersebut antara lain patung, gambar/lukisan makhluk bernyawa (manusia/hewan), topeng-topeng, tokoh-tokoh kartun, karakter hewan buas dan simbol kekufuran dalam bentukyang dipajang seperti boneka, sprei, pada pakaian, gantungan kunci, stiker atau souvenir, dsb
3. Iringi dengan perbuatan baik yang diridhai ALLaah swt, seperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan memohon agar ALLaah swt Yang Maha Menyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya.
Wallahu a’lam
